8 tempat wisata di Indonesia yang bisa Anda kunjungi saat baru normal Ingatlah untuk menghormati protokol kesehatan!

9 tempat wisata di Indonesia yang bisa Anda kunjungi saat baru normal
Ingatlah untuk menghormati protokol kesehatan!

Skenario normal baru atau skenario normal baru masih matang oleh pemerintah. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Pemerintah berharap bahwa pariwisata Indonesia akan pulih bahkan jika perang melawan COVID-19 berlanjut di satu sisi.

Bagi Anda yang tidak sabar untuk pergi hiking, berikut adalah beberapa tips tentang tempat wisata yang dapat Anda kunjungi ketika area baru itu alami. Ingatlah untuk mengikuti protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan dengan hati-hati, dan pakai topeng!

  1. Candi Borobudur

Borobudur adalah salah satu tujuan yang siap dibuka ketika tujuan baru itu alami. Anda dapat mengunjungi candi ini di Magelang, Jawa Tengah mulai 8 Juni 2020.

Namun, Anda harus selalu mengikuti aturan yang diterapkan manajer. Seseorang harus menggunakan topeng.

  1. Candi Prambanan

Tidak hanya Borobudur, Candi Prambanan juga mulai dibuka pada 8 Juni 2020. Protokol sanitasi juga berlaku di kompleks candi yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Klaten.

Selain menggunakan topeng, pengunjung akan menerima stiker setelah memeriksa suhu tubuh mereka. Stiker merupakan indikasi suhu tubuh dan terdiri dari tiga warna: hijau, kuning dan merah.

Poster hijau untuk wisatawan dengan suhu tubuh di bawah 37,5 ° C. Stiker kuning untuk pengunjung dengan suhu antara 37,5 dan 37,7 derajat Celcius, dan pengunjung dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius akan menerima stiker merah.

  1. Hutan pinus Dlingo

Jika Anda benar-benar tidak sabar untuk berlibur di Yogyakarta, Anda dapat mengunjungi kawasan Hutan Pinus Dlingo Kabupaten Bantul. Kawasan wisata ini siap menyambut pengunjung di era alam baru.

Kawasan hutan pinus Dlingo mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk menghilangkan kelelahan dan stres. Kami akan memberi Anda suasana yang segar dan indah di hutan. Selain bersantai untuk menikmati alam, Anda juga bisa berfoto di berbagai tempat epik.

Peraturan kesehatan harus diperhatikan ketika mengunjungi daerah hutan pinus Dlingo. Cara memakai topeng dan menghindari keramaian.

4- Garuda Wisnu Kinkana

Bali telah menjadi proyek percontohan untuk tujuan wisata di era alam baru. Ada banyak tempat untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Garuda Wisnu Kencana atau GWK.

GWK wajib dikunjungi ketika mengunjungi Bali. Patung ini adalah salah satu patung tertinggi di dunia.

Patung yang terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Padung, Bali, dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 8:00 hingga 21:00. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

  1. Pantai Kuta

Siapa yang tidak kenal Pantai Kuta? Salah satu tur alas harus penuh dengan pengunjung ketika kembali normal.

Kami merekomendasikan mengunjungi Pantai Kuta di sore hari atau sebelum matahari terbenam. Anda bisa bersantai di pantai sambil menikmati matahari terbenam.

  1. Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu adalah salah satu tempat wisata favorit di Lembang, Kabupaten Bandung. Jaraknya sekitar 20 km dari pusat kota Bandung.

Ada banyak tempat bagus untuk dikunjungi seperti Kawah Ratu, Kawah Domas dan Kawah Upas. Setiap lubang memiliki pesonanya.

Anda juga akan menikmati suasana gunung yang menyegarkan dan khas. Sangat cocok untuk kelelahan.

  1. Jelly Trawangan

Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno adalah tujuan wisata utama di Nusa Tenggara Barat, yang terletak di bagian barat laut Pulau Lombok.

Ketiganya diperkirakan akan mulai mengunjungi minggu kedua Juni 2020. Setelah itu, wisatawan yang ingin mengunjungi tiga pulau akan diperiksa di pusat kesehatan yang dipilih oleh pemerintah.

Wisatawan juga dapat melakukan swa-uji cepat di setiap area tempat tinggal sebelum mengunjungi Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

  1. Gunung Bromo

Wisata alam di Jawa Timur juga sudah mulai terbuka secara bertahap, termasuk Gunung Bromo. Gunung Bromo kemudian akan dipantau melalui kombinasi TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes), staf Dinas Perhubungan (Dishub) dan agen BPBD.

Persiapkan staf ini untuk memilih jumlah pengunjung yang akan tiba di lokasi wisata.